Alexis Jakarta Tempat Hiburan Malam Kalangan Artis dan Pengusaha

Ibukota Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan negara memang salah satu wilayah yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk paling tinggi. Kawasan terpadat yang memiliki lebih dari 9 juta jiwa ini memang terkenal sebagai kota termahal di Indonesia. Mencari uang di Jakarta bisa saja semudah menghabiskannya dalam sekejap. Tempat hiburan, destinasi wisata modern dan pusat perbelanjaan berjejer menantang dompet siapa saja. Salah satu klub malam yang menjadi fenomenal beberapa waktu terakhir adalah Alexis Jakarta.

Sejarah berdirinya Hotel Alexis Jakarta

Hingga Alexis Jakarta ditutup beberapa waktu lalu, siapa pemilik sebenarnya tempat hiburan malam para artis dan pejabat masih diperdebatkan. Hotel ini sebelumnya merupakan bangunan Hotel Ancol yang berdiri pada tahun 1990an sebelum akhirnya ditutup dan dibeli Alex Tirta hingga resmi launching dengan nama Alexis pada tahun 2006 lalu. Pihak manajemen sendiri bersusah payah membangun segala fasilitas untuk menarik pengunjung datang ke hotel yang disebut pernah memiliki sejarah berhantu ini.

Hingga Alexis Jakarta ditutup beberapa waktu lalu, siapa pemilik sebenarnya tempat hiburan malam para artis dan pejabat masih diperdebatkan. Hotel ini sebelumnya merupakan bangunan Hotel Ancol yang berdiri pada tahun 1990an sebelum akhirnya ditutup dan dibeli Alex Tirta hingga resmi launching dengan nama Alexis pada tahun 2006 lalu. Pihak manajemen sendiri bersusah payah membangun segala fasilitas untuk menarik pengunjung datang ke hotel yang disebut pernah memiliki sejarah berhantu ini.

Nama Alex Tirta sebagai ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia DKI Jakarta disebut sebagai pemilik Alexis Jakarta. Meskipun Alex Tirta sendiri enggan berkomentar saat hotel mewah di kawasan Ancol, Jakarta Utara resmi ditutup. Benarkah hotel besar yang menjanjikan surga dunia ini milik Alex Tirta?

Data DKI Jakarta sendiri menyebutkan bahwa Alexis Jakarta merupakan lini usaha milik PT Grand Ancol Hotel yang berada dibawah tanggung jawab Djoko Sardjono. Selain itu, nama direktur perusahaan tersebut adalah Andris Tanjaya dengan komisaris bernama Sudarto. Data yang dirilis pada tahun 2014 juga menyebutkan bahwa PT Grand Ancol Hotel adalah perusahaan modal asing dengan nilai saham 33,2 miliar yang terdiri dari dua perusahaan pemegang saham yaitu Gold Square Enterprises Limited dan Sension Overseas Limited.

Data yang diberikan ternyata janggal sebab dua perusahaan yang memiliki saham beralamat di tempat yang sama yaitu Palm Grove House PO BOX 438, Road Town Tortola, British Virgin Islands. Setelah ditelusuri lebih lanjut, tempat yang disebutkan merupakan alamat 38 perusahaan cangkang namun dua yang terdaftar sebagai pemilik saham Alexis Jakarta tidak terdapat dalam database. Tak hanya itu saja, alamat direktur utama Andris Tanjaya juga diyakini fiktif.

Berdasarkan kejanggalan dan informasi bahwa Alexis Jakarta merupakan pusat hiburan malam para artis dan pejabat di Indonesia, sudah benarkalah langkah penutupan hotel ini? Memang pro dan kontra masih terjadi mengenai penutupan Alexis Hotel yang dianggap melanggar Perda DKI Jakarta. Pemerintah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menutup hotel yang dilengkapi banyak fasilitas karena dianggap melanggar peraturan termasuka adanya praktik prostitusi terselubung di dalamnya.

Fasilitas hotel Alexis Jakarta

Sebenarnya fasilitas seperti apa yang ditawarkan hotel Alexis Jakarta sehingga pemerintah DKI Jakarta menutup tempat hiburan malam populer ini? Sebagai salah satu raksasa hiburan malam di kota metropolitan, Alexis tahu cara memanjakan data sgp para pelanggan yang datang ke kelab malam.

Para pengunjung bisa langsung masuk ke lobi hotel yang diterangi penerangan remang dengan nuansa interior hitam. Terdapat sebuah bar yang memiliki cahaya lebih redup dibandingkan lobi hotel. Irama musik remix bakal terdengar mengalun ditemani para penari seksi. Terdapat pula bar tempat para penari striptis beraksi atau disebut dengan 4play dalam konteks seksual. Restoran lebih formal dan rapi terdapat di lantai dua sedangkan lantai tiga merupakan ruang karaoke dengan para pemandu berpakaian seksi.

Sesuai konsep hiburan malam one stop entertainment, Alexis Jakarta juga memiliki deretan kamar untuk menginap. Hotel berkelas dengan jumlah tujuh lantai memiliki total 74 kamar di lantai 5 dan 6. Pada lantai 7 hotel ini, pengunjung bisa menemukan Bathhouse Gentleman Spa atau tempat pijat eksklusif. Ada kolam air hangat, kolam air dingin, sauna dan spa yang bisa dinikmati para pengunjung hotel ini.

Terdapat lima blok lounge yang menjanjikan para terapis perempuan dari berbagai negara seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, Tiongkok serta lounge khusus terapis dari Uzbekistan dan Rusia. Disebutkan bahwa terapis perempuan dari Uzbeskistan dan Rusia yang melayani pelayanan seks memiliki tarif harga lebih mahal dibandingkan terapis lokal seperti Indonesia. Aturan durasi layanan di lantai tujuh adalah 90 menit dengan 30 menit berada di kolam sedangkan 60 menit sisanya langsung eksekusi di kamar.

Tak mengherankan kalau Alexis disebut sebagai raja hiburan malam yang menggiurkan para pelanggan. Kontroversi penutupan Alexis Jakarta memang masih banyak diperdebatkan dengan peningkatan jumlah pengangguran yang bekerja sebelumnya. Selain itu, penurunan pendapatan daerah dari sektor pariwisata juga masih banyak didengungkan. Kini Alexis telah resmi ditutup pemerintah DKI Jakarta meskipun pihak manajemen Alexis tetap membantah adanya praktik asusila.

Nama Alexis Jakarta melambung sebab menjadi pusat hiburan malam para artis, pengusaha dan pejabat. Tak hanya orang lokal saja, hotel ini juga menjadi tujuan para warga asing selama berada di ibukota Indonesia. Penutupan Alexis yang berdampak pada penghentian kerja 1000 karyawan yang menggantungkan hidup di bawah manajemen hotel tentu sangat disayangkan. Namun, pemerintah juga harus tegas menutup praktik prostitusi terselubung dengan kedok hiburan malam, bukan?